Jakarta – Wirausaha saat ini tidak selalu dikaitkan dengan pelaku usaha yang usianya lima puluh tahun, namun sekarang banyak pelaku usaha dengan usia produktif yang menunjukkan eksistensinya dalam dunia wirausaha. Ditengah kondisi perekonomian yang kurang baik dan kesulitan mencari pekerjaan, membuat sebagian orang beralih profesi menjadi wirausaha sebagai mata pencaharian. Hal ini terjadi demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya untuk kalangan muda yang sulit mencari pekerjaan dan belum bisa mandiri secara ekonomi.
Melihat hal tersebut, LAZNAS IZI berkolaborasi dengan Tokopedia meluncurkan program Lapak Berkah, yang mana para penerima manfaatnya adalah kalangan usia muda. Program Lapak Berkah resmi diluncurkan pada Jumat (13/2/26) yang berlokasi di IZI Perwakilan Daerah Khusus Jakarta. Penerima Manfaat program Lapak Berkah ini diikuti sebanyak tujuh orang, dengan berbagai macam usaha dalam bidang kuliner.

Herlan Fauzy selaku Kepala IZI Perwakilan Daerah Khusus Jakarta menyampaikan dalam sambutannya bahwa ini adalah kesempatan para penerima manfaat untuk mendapatkan pemberian modal usaha tanpa perlu pengembalian “bantuan usaha program ini beda dengan bantuan usaha program lain, ini adalah bantuan pemberian modal langsung untuk usaha yang sedang dijalankan, kita akan bantu, bantu awasi, supaya modal usaha yang kita berikan ini harapannya bisa bergulir yaitu bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi” ujar Herlan.
Salah satu faktor penghambat usaha adalah kadang sulit membiasakan untuk memisahkan antara hasil usaha dengan uang pribadi, mengganggap uang hasil berjualan juga uang pribadi, padahal disana ada modal, kalo tidak diatur dengan baik efeknya akan tercampur, lalu ketika mau diputar untuk usaha lagi tidak ada.
Selama proses pendampingan program akan ada monitoring terkait pencatatan omset jualan yang diaporkan penerima manfaat, termasuk juga nanti ada monitoring ibadah harian. Selain ingin meningkatkan kesejahteraan hidup, program ini harapannya juga ada peningkatan dari segi spiritual. Hendar salah satu penerima manfaat menyampaikan awal mulai menekuni usaha martabak telor karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil “usaha yang saya jalani tidak lepas dukungan penuh dari orang tua, dan juga usaha saya juga menjadi sumber penghasilan untuk memberi nafkah untuk istri dan anak yang masih kecil” tutur Hendar.
“Harapannya dengan usaha yang saya jalankan bisa membawa kebanggaan dalam keluarga saya, dikarenakan saya anak pertama di keluarga sehingga ingin membantu orang tua dan ingin menaikkan perekonomian di keluarga saya” ungkap Ardy penerima manfaat program dengan usaha kuliner aneka lauk. Semoga penerima manfaat program kedepannya menjadi sukses usahanya, berjalan lancar usahanya, dan bisa berkembang lini usahanya ke skala yang lebih besar nantinya.
[frd/izi]
