Kabupaten Purwakarta (12/2/26) — Pagi itu, langkah tim IZI memulai perjalanan panjang menuju pelosok Jawa Barat. Hari pertama Ekspedisi Ramadan bukan sekadar agenda distribusi bantuan, tetapi perjalanan hati untuk menyapa saudara-saudara yang hidup jauh dari hiruk-pikuk kota.

Ketika rombongan tiba di Kampung Tegal Heas, Kabupaten Purwakarta, sambutan hangat warga terasa begitu tulus. Senyum mereka sederhana, tetapi menyimpan rasa syukur yang mendalam. Di kaki Gunung Burangrang yang hijau dan tenang, kehidupan warga bergantung pada ladang dan tanah yang mereka garap setiap hari. Di tempat seperti inilah Ramadan selalu dirindukan sebagai waktu untuk kembali menguatkan hati.

Sebanyak enam puluh penerima manfaat merasakan sentuhan kebaikan dari para donatur. Paket Ramadan, Fidyah, santunan untuk guru ngaji, hingga perlengkapan ibadah—semuanya dibagikan bukan hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai tanda bahwa mereka tidak dilupakan.

Hari berikutnya, tim IZI bersama para warga berkumpul membersihkan masjid kecil di kampung itu. Di antara sapuan debu dan tawa ringan, ada rasa haru tersendiri—seolah semua sedang bersiap menyambut tamu agung bernama Ramadan. Lantai masjid yang kembali bersih, rak Al-Qur’an yang tertata, mukena dan sarung baru yang digantungkan, semuanya menjadi isyarat bahwa ibadah sebentar lagi menyapa.
Kini, bukan hanya kebutuhan pangan yang terpenuhi, tetapi juga kebutuhan batin, masjid yang nyaman, perlengkapan ibadah yang layak, dan rasa kebersamaan yang kembali erat. Semua itu terwujud karena zakat dan kebaikan hati Sahabat IZI. Setiap rupiah yang disalurkan telah berubah menjadi senyum, harapan, dan doa-doa yang melangit dari pelosok desa. Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah membalas setiap kebaikan Sahabat IZI dengan berlipat-lipat kebaikan.
