Pelaku UMKM Binaan IZI Kaltim Belajar Jualan Lewat WhatsApp dan AI untuk Tingkatkan Omzet
Balikpapan – Di tengah kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan pokok yang terus meningkat, para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dituntut untuk lebih kreatif agar tetap bisa bertahan tanpa harus menaikkan harga jual produk. Kondisi tersebut mendorong Inisiatif Zakat Indonesia menggelar pelatihan media sosial dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi penerima manfaat Program Lapak Berkah pada Jumat (8/5/26) di Kantor IZI Kalimantan Timur, Balikpapan.

Sebanyak 15 pelaku UMKM binaan mengikuti pelatihan bertajuk “Pembinaan dan Pelatihan Media Sosial untuk Meningkatkan Omzet dan Penjualan” yang menghadirkan praktisi dan trainer pengembangan UMKM, Hendy Febrian. Program Lapak Berkah sendiri merupakan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk bantuan usaha produktif bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil namun terkendala modal dan pengembangan usaha.

Tidak hanya mendapatkan bantuan peralatan dan modal usaha, para penerima manfaat juga diberikan pembinaan rutin agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan lebih berdaya saing. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan memanfaatkan WhatsApp dan teknologi AI seperti ChatGPT untuk membuat konten promosi sederhana namun menarik untuk kebutuhan pemasaran usaha mereka.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias saat praktik langsung membuat promosi jualan melalui WhatsApp menggunakan bantuan AI. “Luar biasa ilmunya, kami bisa langsung praktik untuk share jualan ke teman dan kerabat,” ujar Nur Ida, pelaku UMKM keripik pisang binaan IZI.

Trainer UMKM, Hendy Febrian, menekankan pentingnya memperluas jaringan pertemanan dalam mengembangkan usaha kecil. “Intinya, ibu-ibu semua harus memperbanyak kenalan sama orang dan bertukar nomor WhatsApp,” pesan Hendy di hadapan peserta pelatihan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Kaltim, Hengky Asmarakandi, berharap pelatihan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan para pelaku usaha binaan. “Semoga pelatihan dan pembinaan bulan ini bisa bermanfaat sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan pendapatan ibu-ibu semua,” ujar Hengky. Melalui pelatihan ini, IZI Kaltim berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga mampu berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
